Etika dan Profesionalisme TSI

PENGERTIAN
1. Etika
Kata Etika diadopsi dari kata yang berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu Ethikos yang berarti “timbul dari kebiasaan”. Ethikos adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Moral merupakan kondisi pikiran, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk.
2. Profesionalisme
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesionalisme adalah sifat – sifat (kemampuan, keterampilan, cara pelaksanaan sesuatu dan lain – lain) sebagaimana yang tepat ada pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal dari profesi yang berarti berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994).
3. Teknologi Sistem Informasi
TSI merupakan teknologi yang tidak terbatas pada penggunaan sarana komputer, tetapi meliputi pemrosesan data, aspek keuangan, pelayanan jasa sejak, standar dan prosedur, serta organisasi dan pengendalian sistem lnformasi.
4. Etika & Profesionalisme TSI
Dari definisi-definisi di atas, dapat diambil pengertian bahwa Etika & Profesionalisme TSI merupakan
Nilai atau kualitas serta sifat-sifat yang menjadi standar seorang profesional yang berkecimpung atau berkegiatan dalam bidang TSI.
MENGAPA MENGGUNAKAN ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI ?
Dalam era kini, informasi dipandang sebagai aset atau sumber yang setara dengan sumber-sumber berharga lain dan juga mempunyai kekhususan persoalan dan pengelolaannya, sehingga diperlukan suatu manajemen khusus yaitu sistem manajemen informasi dengan pengelolanya yang khusus yaitu manajer informasi. Teknologi Informasi mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia.
Banyaknya aplikasi dan peningkatan penggunaan TI telah menimbulkan berbagai isu etika, yang dapat dikategorikan dalam empat jenis :
1. Isu privasi : rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
2. Isu akurasi : autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan?
3. Isu properti : kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
4. Isu aksesibilitas : hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.


Hal-hal inilah yang kemudian menimbulkan kesadaran bahwa penting unuk ditetapkan dan diterapkan suatu standar etika dalam bidang TI
KAPAN MENGGUNAKAN ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI ?
Etika dan profesionalisme TSI digunakan ketika seseorang, atau suatu organisasi hendak menggunakan teknologi sistem informasi yang ada. Sebagai conntoh di suatu perusahaan, semua pegawai yang hendak menggunakan TSI harus menggunakannya sesuai aturan dan nilai-nilai yang berlaku di dalam perusahaan.
SIAPA YANG MENGGUNAKAN ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI ?
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap orang yang hendak menggunakan teknologi sistem informasi tertentu harus mempertimbangkan untuk menggunakan etika dan profesionalisme TSI, sehingga pengguna etika dan profesionalisme TSI ini tentunya adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI.guna menghindari isu-isu etika dalam pemanfaatan TI.
Sebagai seorang yang profesional, kita mempunyai tanggung jawab untuk mempromosikan etika penggunaan teknologi informasi di tempat kerja. Hal itu termasuk melaksanakan peran kita dengan baik sebagai suatu sumber daya manusia yang penting di dalam sistem bisnis dalam organisasi.
ReadmoreEtika dan Profesionalisme TSI

Metode Ilmiah

PENGERTIAN METODE
Metode adalah suatu kerangka kerja untuk melakukan tindakan atau suatu kerangka berfikir menyusun gagasan yang beraturan, terarah dan terkonteks yang relevan dengan maksud dan tujuan.
PENGERTIAN ILMIAH
Ilmiah adalah suatu pengetahuan yang dapat memperkuat suatu metode atau tata cara dalam penyusunan metode ilmiah.
PENGERTIAN METODE ILMIAH
Metode ilmiah Merupakan suatu prosedur (urutan langkah ) yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah. Atau bisa dikatakan metode ilmiah ialah proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara matematis berdasarkan bukti fisis.
PENGERTIAN METODE ILMIAH MENURUT PARA AHLI
Menurut Almadk (1939),” metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran.
Sedangkan Ostle (1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.
KARAKTERISTIK ATAU KRITERIA METODE ILMIAH
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Adapun kriteria Metode ilmiah adalah sebagai berikut :
a. Berdasarkan fakta
Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik akan dikumpulkan dan yang dianalisa harus sesuai fakta.
b. Bebas dari prasangka
Metode ilmiah harus jauh dari prasangka subjektif yang meliputi emosi dalam diri. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alas an dan bukti yang lengkap dan pembuktian yang objektif.
c. Menggunakan prinsip analisa
Dalam memahami serta memberi arti terhadap yang kompleks, harus digunakan prinsip analisa yaitu setiap masalah harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa logis.
d. Menggunakan hipotesa
Hipotesa mempunyai fungsi untuk membantu peneliti dalam tujuan yang ingin dicapai dari sebuah masalah yang sedang diamati. Sehingga hasil yang diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat.
e. Menggunakan ukuran obyektif
Pertimbangan-pertimbangan dalam metode ilmiah harus dibuat secara objektif dan dengan menggunakan pikiran yang waras.
f. Menggunakan teknik kuantifikasi
Dalam menggunakan teknik ini dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim digunakan adalah ukuran nominal, ranking dan rating.
TUJUAN METODE ILMIAH
Mendapatkan pengetahuan ilmiah yang rasional, yang teruji sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.
ReadmoreMetode Ilmiah

Simbiosis Mutualisme Antara Robot dan Manusia

Simbiosis mutualisme adalah sebuah hubungan yang terjalin antara dua makhluk hidup yang saling menguntungkan, salah satu contohnya seperti hubungan antara bunga dan  lebah. Pada proses simbiosis mutualisme lebah  selalu mendapatkan madu dari saripati yang dihasilkan di dalam kelopak bunga sehingga benang sari yang terdapat dalam bunga menempel pada sela-sela kaki lebah danberjatuhan di atas kepala putik serta membantu proses perkembangbiakan pada bunga.
Lalu bagaimana sangkut paut  antara teori tersebut dengan sebuah robot?
Robot adalah sebuah alat mekanis yang sengaja diciptakan oleh manusia untuk meringankan aktivitas mereka. Dan tanpa kita sadari seiring dengan berkembangnya jaman maka telah bermacam –macam robot yang telah berhasil diciptakan  dan mulai beroperasi serta bergerak bebas di sekitar lingkungan manusia. Dengan adanya robot maka manusia kini mulai dipermudah untuk menjalankan aktivitasnya mulai dari hal termudah hingga hal terekstrem sekalipun.
Berikut adalah beberapa contoh robot yang mulai di operasikan untuk membantu aktivitas manusia:
Bagaimana jika sarapan pagi anda ternyata disiapkan oleh robot ini?
Namanya adalah robot motoman, robot tersebut sebenanya sengaja diciptakan untuk merakit kamera digital disposable tetapi dengan postur dan kemahiran tangannya maka robot motoman juga dapat digunakan untuk menyajikan salah satu menu makanan jepang okonomiyaki.
Lalu bagaimana jika kunjungan anda ke rumah sakit ternyata dilayani sebuah robot seperti ini?
Robot ini bernama RIBA, aelain dapat menggendong pasien, RIBA juga dilengkapi dengan Face and Voice recognition dimana RIBA mampu menjalankan perintah melalui suara – suara dan mengenali para suster atau orang yang bekerja di rumah sakit. Sayangnya RIBA yang beratnya mencapai 180 kg ini hanya mampu menggendong seorang pasien dengan berat sampai 61 kg.
Bagaimana jika anda memiliki pembantu rumah tangga seperti ini:
Robot dengan nama Twendy-one ini memang sengaja diciptakan untuk membantu berbagai kegiatan rumah tangga mulai dari menyajika makanan dan minuman serta membersihkan perabotan rumah.
Jika semua kegiatan dapat dilakukan oleh robot lalu bagaimana dengan tenaga kerja manusia?
Meski kelihatannya robot memilki berbagai kemampuan tetapi sebenarnya robot tetaplah sebuah mesin yang tidak akan pernah bisa bergerak atau dioperasikan tanpa adanya campur tangan atau program yang diperintahkan oleh manusia. Oleh sebab itu hal ini menyebabkan berlakunya teori simbiosis mutualisme yang terjadi antara robot dan manusia. Sehingga terjalin pula sebuah hal yang menguntungkan dan melengkapi sebuah ekosistem baru dalam kehidupan manusia di bumi.
ReadmoreSimbiosis Mutualisme Antara Robot dan Manusia

Teknik Pengumpulan Data

1. Pengertian
Pengumpulan data adalah sebagai proses atau kegiatan yang dilakukan peneliti untuk mengungkap atau menjaring berbagai fenomena, informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan lingkup penelitian. Pengumpulan data juga bisa diartikan sebagai sebagai proses yang menggambarkan pengumpulan data secara kuantitatif dan kualitatif.
2. prinsip
- Merupakan kegiatan penggunaan metode dan instrument yang telah ditentukan dan di ujivadilitas dan realibitasnya.
- Dalam prakteknya, pengumpulan data ada yang dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.
- Data-data yang digali atau dikumpulkan harus berdasarkan kondisi obyektif dari lokasi
- penelitian, jangan direka atau dikira-kira oleh pemikiran peneliti.
- Alat pengumpul data atau instrumen penelitian harus relevan dengan tujuan penelitian.
- Pihak-pihak yang dihubungi atau disebut sampel penelitian (untuk penelitian kuantitatif)
Prinsip kerahasiaan (confidencial), dimana nama-nama sampel atau responden penelitian harus dijamin kerahasiaannya. Oleh karena itu, sebaiknya untuk
4. Metode pengumpulan data
a. Wawancara
Pengertian.
Merupakan percakapan dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara.
Tujuan dari wawancara
Untuk mendapatkan informasi dimana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.
Kelebihan tehnik wawancara
- Wawancara memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk memotivasi orang yang diwawancarai untuk menjawab dengan bebas dan terbuka terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
- Memungkinkan pewawancara untuk mengembangkan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan situasi yang berkembang.
- Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban yang diberikan dari gerak-gerik dan raut wajah orang yang diwawancarai.
- Pewawancara dapat menanyakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu terjadi.
Kelemahan tehnik wawancara.
- Proses wawancara membutuhkan waktuyang lama, sehingga secara relative mahal dibandingkan tehnik lainnya.
- Keberhasilan tehnik wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara untuk melakukan hubungan antar manusia.
- Wawancara tidak selalu tepat untuk kondisi-kondisi tempat yang tertentu.
b. Observasi
Pengertian
Observasi adalah pengamatanlangsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan.
Tujuan dari observasi
Mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.
Kelebihan tehnik observasi
- Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi.
- Penganalisis melalui observasi dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan.
- Dengan observasi, penganalisis dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan.
Kekurangan tehnik observasi
- Umumnya orang yang diamati merasa terganggu dan tidak nyaman.
- Pekerjaan yang sedang diobservasi mungkin tidak dapat mewakili suatu tingkat kualitas pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan.
- Observasi dapat menggangu pekerjaan yang sedang dilakukan.
c. Kuesioner
Pengertian
suatu daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan penganalisis untuk mengumpulkan data mengenai, sikap, keyakinan, perilaku dan karakteristik dari orang-orang utama di dalam organisasi serta pendapat dari responden yang dipilih.
Kelebihan tehnik kuesioner
- Kuesioner baik untuk sumber data yang banyak dan tersebar.
- Responden tidak merasa terganggu, karena dapat mengisi kuesioner dengan memilih waktunya sendiri yang paling luang.
- Kuesioner secara relative lebih efisien untuk sumber data yang banyak.
Kekurangan tehnik kuesioner
- Kuesioner tidak menggaransi responden untuk menjawab pertanyaan dengan sepenuh hati.
- Kuesioner cenderung tidak fleksibel, artinya pertanyaan yang harus dijawab terbatas yang dicantumkan di kuesioner saja, tidak dapat dikembangkan lagi sesuai dengan situasinya.
- Pengumpulan sampel tidak dapat dilakukan secara bersama-sama dengan daftar pertanyaan, lain halnya dengan observasi yang dapat sekaligus mengumpulkan sampel.
- Kuesioner yang lengkap sulit untuk dibuat.
ReadmoreTeknik Pengumpulan Data

Teori Bahasa Iklan

A. Latar Belakang Masalah
Bahasa pada prinsipnya merupakan alat untuk berkomunikasi dan alat
untuk menunjukkan identitas masyarakat pemakai bahasa. Hal ini tidak terlepas
dari keharusan manusia untuk berinteraksi dengan orang lain. Dalam
berinteraksi tersebut seseorang mengutarakan pendapat dan pandangannya
dalam suatu bahasa yang dimengerti, sehingga tidak mengherankan apabila
sekarang ini bahasa mendapat perhatian khusus dari berbagai kalangan. Tidak
hanya para ahli bahasa yang memperhatikannya, melainkan juga ahli-ahli di
bidang lainnya. Dengan bahasa segala ide-ide, gagasan, dan perasaan yang
diinginkan dapat tertuangkan.
Bahasa sebagai alat komunikasi dan juga interaksi antar manusia
mengenal tiga komponen dalam proses berkomunikasi, yaitu pihak yang
berkomunikasi, informasi yang diberikan, dan alat yang digunakan dalam
komunikasi. Jadi, dalam setiap komunikasi terdapat penutur dan lawan tutur,
informasi atau pesan, dan tuturan yang mengungkapkan informasi atau pesan
yang disampaikan penutur kepada lawan tuturnya. Komunikasi dikatakan
berhasil, apabila ditandai dengan adanya reaksi-reaksi yang diberikan lawan
tutur kepada penutur.
Bahasa sangat efektif untuk menciptakan pengaruh. Bahasa juga sering
digunakan sebagai alat politik. Karena itu tidak salah apabila setiap terjadi
pergantian elite penguasa selalu mengandung implikasi pergantian bahasa
komunikasi politik. Bahasa politik digunakan dalam kaitannya dengan
percaturan kekuasaan. Karena itu, bahasa politik tidak selalu dipakai untuk
kejernihan makna. Bahasa yang digunakan dimanipulasi untuk kepentingan
pemerintah dan elite politik, sehingga terjadi rekayasa bahasa dan memunculkan
penyimpangan dari fungsi bahasa, yaitu sebagai alat kerja sama.
Bahasa yang digunakan elite politik menebarkan kebohongan dan
memutarbalikkan fakta sehingga dapat menimbulkan keresahan masyarakat yang
bisa menyebabkan terjadinya konflik. Kata-kata memiliki kekuatan yang dahsyat
untuk memengaruhi. Politisi diharapkan mampu berkomunikasi secara lancar
kepada berbagai pihak di masyarakat luas. Mereka diharapkan dapat
mengkomunikasikan gagasan dan pemikiran mereka secara jelas. Mereka juga
diharapkan dapat menanggapi serta memberi respon yang baik terhadap segala
masukan, kritik, dan sanggahan terhadap pemikiran maupun kinerja mereka.
Mereka juga diharapkan dapat mengungkapkan gagasan mereka dengan sopan
dan tidak melukai perasaan lawan tuturnya.
Cara manusia dalam berbahasa tidak hanya secara lisan, tetapi juga
secara tertulis. Mereka mengemukakan pendapat dan ide kreatifnya dalam
bentuk tulisan. Salah satu tempat kegiatan di atas adalah dengan menggunakan
media spanduk. Dalam komunikasi melalui media spanduk, penutur harus
mampu menyampaikan maksudnya secara benar dan tepat, yaitu dengan
berusaha menginformasikan dan mempromosikan maksud tuturannya kepada
lawan tuturnya dengan bahasa yang tepat mengenai sasaran dan mudah dipahami
serta persuasif agar lawan tutur dapat bereaksi sesuai yang dimaksudkan oleh
penutur.
Spanduk merupakan bagian dari periklanan. Bahasa yang dipakai dalam
bidang periklanan disebut pula dengan ragam iklan. Iklan merupakan
pemberitahuan kepada khalayak yang menggunakan bahasa sebagai alat
komunikasinya. Bahasa sebagai alat komunikasi dalam iklan sangat penting dan
juga apabila didukung dengan gambar-gambar yang menarik, maka iklan
tersebut bisa menarik perhatian pembaca. Bagi penutur, sebuah iklan dikatakan
bisa berhasil menyedot perhatian khalayak apabila menggunakan bahasa-bahasa
yang menarik, kalimatnya mudah dipahami, serta terdapat ilustrasi gambar.
Spanduk cocok digunakan dalam media berpolitik. Melalui spanduk, para
politisi dapat mempromosikan dirinya atau partai politiknya kepada masyarakat
luas. Slogan-slogan kampanye di spanduk dapat ditemukan dengan mudah di
lingkungan tempat tinggal, jalan-jalan, dan pusat keramaian pada saat masa
kampanye dimulai. Di antara slogan-slogan tersebut, ada yang mudah
dimengerti, tapi ada pula yang menuntut untuk berpikir agar memahami maksud
di balik slogan-slogan tersebut. Penutur dikatakan santun jika murah hati, rendah
hati, setuju, dan simpati pada mitra tutur.
Permasalahan-permasalah yang diutarakan oleh penulis di atas terjadi
dalam perkembangan bahasa pada era kini. Salah satu fenomena yang terjadi
mengenai kesantunan dalam berbahasa pada masa kini, yaitu terjadi pada masa
kampanye pemilu (pemilihan umum) legislatif tahun 2009 di Surakarta. Para
caleg (calon legislatif) dalam berkampanye tuturan yang mereka gunakan sangat
bervariasi. Mereka cenderung menggunakan bahasa santai yang mudah dipahami
dan diterima oleh masyarakat luas sehingga tingkat kesantunan bahasa menjadi
rendah. Bagi para caleg, bahasa merupakan hal yang sangat penting dalam
ranah politik kekuasaan untuk mewujudkan target-target politiknya.
Para caleg memanfaatkan fungsi bahasa melalui media spanduk dalam
berkampanye. Spanduk-spanduk tersebut berisi slogan-slogan mengenai jati diri
mereka dan janji-janji politik. Mereka menempatkan spanduk di daerah yang
strategis dan di kawasan khusus kampanye, misalnya di pusat keramaian, di
pinggir-pingir jalan, terminal, lapangan, dan sebagainya. Dalam spanduk mereka
mengombar-ombar janji politik yang penuh kebohongan kepada rakyat agar mau
memilih mereka menjadi wakil rakyat. Slogan-slogan para caleg peserta pemilu
2009 dalam spanduk yang terdapat di daerah Surakarta, antara lain ”Terus
berjuang untuk rakyat”, ”Mengasihi tuhan dan sesama, ”Kita boleh beda partai,
beda pilihan kepentingan rakyat harus diutamakan”, ”Bersama rakyat
membangun negeri”, ”Pemilu curang kita ganyang”, ”Saatnya rakyat bergerak”,
dan sebagainya. Semua tuturan caleg itu sebenarnyalah merupakan bentuk
interaktif dengan para calon pemilih. Namun, tuturan tersebut menarik untuk
diteliti karena dibalik tuturan tersebut ada maksud tuturan dan mengandung
adanya prinsip kesantunan. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik
untuk meneliti lebih dalam mengenai kesantunan bahasa pada tuturan di dalam
slogan-slogan para caleg pemilu legislatif dengan mengambil judul “
Kesantunan Bahasa Iklan Politik pada Slogan Caleg dalam Spanduk Pemilu
Legislatif 2009 di Surakarta.”
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dikemukakan di atas,
permasalahan dalam penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut.
1. Bagaimana realisasi kesantunan bahasa iklan politik pada slogan caleg dalam
spanduk pemilu legislatif 2009 di Surakarta?
2. Bagaimana skala kesantunan bahasa iklan politik yang terdapat pada slogan
caleg dalam spanduk pemilu legislatif 2009 di Surakarta?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah disebutkan
sebelumnya, selanjutnya peneliti menentukan tujuan penelitian ini. Adapun
tujuan dari penelitian ini adalah.
1. Untuk mengidentifikasikan kesantunan bahasa iklan politik pada slogan caleg
dalam spanduk pemilu legislatif 2009 di Surakarta.
2. Untuk memaparkan skala kesantunan bahasa iklan politik yang terdapat pada
slogan caleg dalam spanduk pemilu legislatif 2009 di Surakarta.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut.
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memperluas wawasan dan
melengkapi khasanah keilmuan kajian linguistik yang berkaitan dengan
pragmatik, khususnya mengenai kesantunan bahasa iklan politik
2. Manfaat Praktis
a. Bagi politisi
Hasil penelitian ini bisa memberikan kritik dan masukan bagi para caleg
agar dapat menggunakan bahasa yang santun pada saat berkampanye.
Selain itu penelitian ini juga dapat digunakan sebagai salah satu referensi
dalam melakukan kajian-kajian bidang pragmatik.
b. Bagi peneliti
Hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan peneliti tentang
aspek-aspek pragmatik khususnya penyimpangan prinsip kesantunan
bahasa pada slogan caleg dalam spanduk pemilu legilatif 2009 di
Surakarta.
ReadmoreTeori Bahasa Iklan
KabarTugas-KabarTugas-KabarTugas-KabarTugas-KabarTugas-KabarTugas-KabarTugas JIKA HALAMAN DAN ARTIKEL INI BERMANFAAT CERITAKAN PADA KAWAN KAWAN ANDA